Rabu, 20 September 2017

Kehidupan



Bukankah sejatinya seorang muslim mengenal kehidupan di akhirat sana, bukan di dunia. Bahwa yang namanya hidup ada di akhirat, dunia sekarang ini ialah perjalanan untuk menyonsongnya. Bukan berarti muslim tidak butuh dunia. Hanya saja sepantasnya seorang muslim mengerti nilai kualitas dunia, ambil sebutuhnya. Sekedar sebuah lahan tanam untuk diambil pundi-pundi pahalanya, lalu pulang membawa bekal ke kampung halaman demi berjumpa dengan Dzat yang paling ingin dijumpai.

Terpaksa ataupun rela hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar