Rabu, 16 Agustus 2017

Kalimat untuk Semesta

Ada kalanya kalimat kita direkam alam raya, dan suatu hari kelak akan diperdengarkan kepada semesta.
Dan sekiranya kita sehati dan searah, meski berjarak di lajur alir, terpisah di percabangan, kemudian terserak di deras arus, dan memencar terhantam batu nan cadas, lalu yang satu menguap dinanak panas sedangkan yang lain mengendap terserap tanah, niscaya kita tetap akan bersua juga pada awan langit nirwana atau paling tidak bernostalgia di muara laut ukhrawiyah. 
Sebab jiwa kita diisi dengan ruh-ruh yang memilki sandi-sandinya sendiri. Kode-kodenya mampu merajut hati yang satu dengan yang lain dengan cara yang sulit dimengerti. 
Langkah paling efisien di dalam ketidakmampuanku teruntuk saat ini ialah persis perkataan yang dilantunkan seorang penyair:
"Maka aku menyentuhmu dalam do'a-do'a panjang, bahwa dirimu adalah kegaduhan paling romantis untuk diperbincangkan kepada Tuhan".
Bagus D Kesumo, 22 Juli 2017, tatkala....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar