Jumat, 25 Agustus 2017

Riwayat Sebatang Pohon

Benih yang ditanam kini disiram hujan

Tanah pun ikut serta menyokong sembari menyuplai

Waktu membantu mendorong
Jadi kokoh batangnya

Rantingnya bercabang benjuntai-juntai

Dedaunannya rimbun menandakan kesuburan

Waktu mendorong dan terus mendorong

Tampaklah di depan pohon yang besar, tinggi nan garang

Buahnya ranum, bawahnya rindang

Naungan para burung mendirikan sarang

Pondok untuk bercuit ria

Kemudian waktu mendorong dan terus mendorong

Lalu angin menggugurkan dedaunannya

Musim dingin mematahkan rantingnya satu per satu 

Namun waktu tetap mendorong dan terus mendorong

Batang mulai rapuh diterpa hujan, tersiram panas

Jamur dan benalu yang hinggap berlomba-lomba menjarah semua sediaan

Tetapi waktu pun masih mendorong dan terus mendorong

“Tidakkah sebaiknya engkau hentikan daku di masa ini wahai waktu…?”,Tanya pohon

“Telah berkurang kokohku”
“Telah hilang rimbunku”

Namun waktu diam seribu bahasa, dan tetap asik mendorong dan terus mendorong

Sampai akar tak mampu menahan beban dorongan

Kulitnya rontok, terkelupas berjatuhan

Tercerabut….., tumbang……, roboh

Batangnya lapuk kemudian kering, lalu musnah

Yang dulunya pohon perkasa
Sekarang sekedar kompos belaka

Jika beruntung tanah akan mengangkutnya
Mengurainya jadi suplai untuk benih dan pohon di sekitarnya

Ataupun paling tidak 
Cacing, serangga dan belatung bisa memanfaatkannya jadi asupan vitamin dan gizi serta rumahnya.

Sebab yang terlanjur lahir
Tinggal masalah waktu kapan berakhir



Bagus D. Kesumo, 25 Agustus 2017, Tatkala angin menjalankan tugasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar