Jumat, 25 Agustus 2017

Rumput Sendiri

Perlahan aku mulai mengerti tentang kehidupan. Bahwa setiap manusia adalah suatu proyeksi kehambaan. Dimana pada akhirnya setiap jiwa akan pergi menjumpai Sang Maha Raja dalam keadaan seorang hamba. Baik terpaksa ataupun rela hati.  Waktu akan terus terbuang jika engkau sahabat terlalu lama menatap manisnya hidup tetangga. Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau. Tapi bukan sahabat, hijaunya itu disebabkan karena mata kita yang mungkin buta warna. Atau bisa jadi rumput tetangga adalah rumput sintetis, makanya tampak lebih hijau.
Namun hakikatnya hidup manusia adalah indah seluruhnya. Setiap rangkaiannya mengandung hikmah yang teramat elok mempesona. Kita hanya perlu bersabar sembari mencari sudut pandang yang paling tepat untuk mengungkap hikmah tersebut.

Allah adalah Zat yang tidak pernah tidur, Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. Rahmat-Nya mendahului Azab-Nya. Cinta-Nya mendahului murka-Nya. Tidak perlu kita irikan dengan kehidupan orang lain yang tampak menarik  jika kita tatap dari posisi kita. Tapi bisa jadi belum menyenangkan jika kita menjalaninya.
Hidupmu adalah rangkaian peristiwa terindah yang telah Allah rangkaikan khusus untukmu. Bukan untuk agar kita menikmati setiap inci hidup kita, bukan untuk agar kita mendapatkan segala yang kita pinta, bukan juga untuk agar kita meraup setiap harap kita. Tapi lebih penting lagi. Agar kita menjadi hamba-Nya saja.

Allah menempatkan kita dalam keterbatasan. Dan dalam keterbasan itu selalu ada pelajaran implisit di dalamnya. Tahu kah kau sobat, apa salah satu hal termahal di dunia ini?. Bukan emas, bukan intan, bukan pula yang serupa Megan Fox. Tapi ialah rasa Qana’ah. Rasa berkecukupan akan segala sesuatu. Kita merasa cukup dan bersyukur akan yang ada pada diri kita.

Sesekali lihatlah tangan kita, sudikah engkau jika tanganmu ditukar dengan sebongkah emas 24 karat. Atau kakimu digadai demi intan permata. Atau daya lihat mata kita dibeli dengan istana nan megah. Itu berarti nilai diri kita lebih mahal dari itu semua. Bersyukurlah, niscaya kita akan menjadi orang yang paling kaya.


Bagus D. Kesumo, 25 Agustus 2017, Insomnia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar