Semoga Allah meneguhkan hati orang-orang mukmin yang terdzolimi dan tertindas. Menganugerahi kesabaran dalam menerima qadha di setiap detiknya. Konflik di negeri Isra Palestina saat ini, dimana para keturunan murni Megantropus dan Cu Pat Kai menjajah negeri dan memenjara masjid Al-Aqso dengan sadisnya. Sehingga berbondong-bondong umat muslim dan non muslim dunia menunjukkan solidaritas dengan bermacam-macam cara. Hampir setiap belahan dunia mengumpulkan bantuan luar biasa banyaknya untuk saudara kita di Palestina. Mulai sandang, pangan, papan, obat-obatan dan lainnya. Semoga Allah membalas kalian dengan yang lebih baik dan lebih banyak.
Bukannya aku bermaksud mengomentari, karena memang apalah diriku yang bukan siapa2 ini, sekedar seonggok daging yang tenggelam di lautan dosa. Hanya saja ada suatu kalimat yang muncul di kepalaku. Kalimat dari Syaikh Abdullah Azzam Rahimahullah, Sesungguhnya konflik ini membuat kami membutuhkan banyak kebutuhan pokok, terutama makanan dan obat-obatan. Namun lebih dari itu kami sangat membutuhkan para Lelaki yang siap terjun ke medan tempur, kami membutuhkan para Ustadz yang siap mengajar di medan Ribath, kami membutuhkan para dokter yang sedia merawat di antara desingan peluru di samping telinganya.
Bahwa kenyataan memang kita kekurangan orang-orang yang siap hidup di dataran Jihad. Terjun bebas ke ranah perjuangan penuh. Begitu pula diriku yang masih nan jauh dari semua itu.
Aku jadi malu ketika teringat perkataan Syaikh Abdullah Azzam Rahimahullah bahwa dari seribu unta yang kudapati, belum tentu ada 1 unta dapat kutunggangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar